Transformasi Geometri

Materi yang kembali ditambahkan pada matematika SMP setelah sebelumnya menghilang.

Menghafal Perkalian 1-10

Banyak siswa belum menguasai perkalian 1-10.

Bangun Ruang

Materi yang selalu ada sejak SD sampai dengan Perguruan Tinggi.

Bimbel Pak Mahadi

Ayo Gabung Bersama Bimbel Pak Mahadi.

Showing posts with label Integritas. Show all posts
Showing posts with label Integritas. Show all posts

Thursday, October 2, 2025

Transkrip Ceramah UAS di KPK Tahun 2025

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Kalau tuan pergi ke Makkah, rumahnya petak-petak. Dari sambutan dan salam jemaah kelihatannya kurang kue kotak. Apa kabar Bapak Ibu semua? Alhamdulillah sehat. Allahumma sholli ala sayyidina Muhammad wa ala alihi wasahbihi wa barik wa sallim. Mudah-mudahan kita semua mendapatkan syafaat Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Amin ya rabbal ‘alamin. Dari Jakarta ke Pekanbaru singgah sebentar ke kantor KPK. Itu jadwal saya hari ini; mau habis dari sini ke airport. Jadi jangan terjebak pada irama — nggak semuanya itu pantun. Memang cantik kain katun ini, hadiah dari Pak Danu. Saya tidak lagi berpantun, sudah dihabiskan oleh Pak Ibnu. Waduh, ini ceramah atau balas pantun? Memang adik-adik, kalian makan kue kotak; saya lihat di depan ada buah, ada kue. Tapi kalian kan nggak tahu perasaan saya; apa yang ustaz rasakan? Sebelah kanan saya, Pak Septo, beliau dari awal nggak menyentuh kue itu. Beliau persilakan saya. Bukan beliau nggak persilakan, tapi saya jaga juga harga diri saya. Lalu saya intip Pak Ibnu dari samping — Pak Ibnu juga nggak buka plastik. Harapan saya tinggal ke Pak Fitroh; alhamdulillah begitu Pak Setio naik ke atas, saya lihat Pak Fitroh mulai buka pisang. Cuma itu di detik-detik terakhir kata sambutan. Jadi kadang kita merasa orang itu enak, tapi belum tentu begitu. Kira-kira begitulah netizen yang menilai KPK. Jangan kalian sangka enak. Adik-adik, kawan-kawan, yang ada di belakang: Oh, Ustaz Somad itu enak — duduknya disediakan apa ini, kasur kelihatannya, naik ke atas pentas TV-nya besar, dia yang paling tinggi. Belum tentu. Kalau di kantor KPK, ustaz belum lebih tinggi; yang paling tingginya mereka yang di atas. Kalau nanti ada orang yang mengatakan “Ustaz Somad itu tinggi,” kata mereka, “Kami pernah lebih tinggi dari masyaallah tabarakallah.” Mudah-mudahan pertemuan kita ini diridai Allah Subhanahu wa ta’ala. Judul yang diberikan kepada saya — kata kuncinya adalah integritas. Saya mendengar, kalau datang orang KPK ke kantor kami, kami nggak menyediakan makanan; air putih pun nggak disediakan. Kata kawan-kawan di kantor, mereka bawa air putih sendiri dari kantor karena mereka orang-orang yang berintegritas. Jangan tepuk tangan dulu — ini masih panjang. Begitulah yang saya dengar. Makanya ketika diminta menyampaikan tausiah di KPK, saya sudah mulai menduga-duga ini pasti judulnya integritas. Makanya tadi orang integritas ini on time. Saya gelisah di jalan ada azan; waduh ini kalau ketinggalan malu kita sama orang KPK. Begitu sampai saya dengar imam sudah baca doa, berarti salat sudah selesai. Begitu saya wudu mau masuk ke masjid, semua jemaah keluar. Wah, dalam hati saya berarti kita langsung ke airport saja nih. Orang KPK nih enggak boleh lambat sedetik pun. Saya profesor, saya jaga juga ini saya jaga. Habis itu kami pun duduk dengan Pak Ibnu berdua. Terus Pak Ibnu merasakan juga kekhawatiran saya; beliau mengatakan, “Ustaz, acaranya nanti di lantai tiga.” Katanya baru saya agak lapang dan ternyata nggak di masjid, dulu di masjid. Berapa semua pegawai KPK ini? Ya sekitar 1.900 sampai 2.000-an. Di mana saja? Enggak ada di tempat lain, di sini semua. Oh, soalnya saya baru pulang dari Papua, turun di Sorong kami ke Raja Ampat, habis Raja Ampat pulang lagi. Kemarin saya banyak ketemu orang ngaku KPK di Sorong itu. Saya heran, kata Pak Ibnu, “Enggak ada tempat lain cuman di sini.” Setelah saya ingat-ingat baru saya nyambung; rupanya yang mereka maksud KPK itu komunitas pencinta kopi. Saya dikasih satu kotak. Jadi kalau ada yang ngaku-ngaku KPK mesti pastikan dulu. Saya tadi dari rumah mau pakai baju putih, tiba-tiba dikasih baju supaya bisa dibedakan mana yang KPK asli, mana yang naturalisasi. Mohon maaf adik-adik dari sahabat-sahabat hadrah, ini asli KPK soalnya saya pernah muji di satu kantor grup hadrah kita. Masyaallah beginilah semestinya kantor-kantor kita. Sudah selesai acara. Mohon maaf, Pak, ustaz ini dari luar itu, maka saya pastikan dulu 100%. Masyaallah. Jika punya pemuda perjaka pergi ke Madinah, bukan sekadar kantor KPK, tapi juga punya grup hadrah. Lama juga saya mikirkan pantunnya itu. Jadi yang mau dibahas hari ini adalah integritas. Biasanya kalau kita bahas integritas Nabi Muhammad — Nabi itu sudah tidak ada dunianya lagi, Nabi itu miskin, Nabi itu susah. Pertanyaannya, Nabi itu kaya atau miskin? Kaya. Kalau Ustaz Somad ceramah ada pertanyaan, jemaah nggak perlu merasa tertekan karena saya kalau ceramah nanya itu saya jawab sendiri. Oke, sekarang kita bahas: Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam pada umur 25 tahun menikah dengan Khadijah umur 40 tahun. Maharnya dalam kitab Ar-Rahiq al-Maktum: maharnya isruna bakarah 20 ekor unta. Satu ekor unta harganya berkisar antara 20 sampai ... juta. Karena kita sudah kenal baik ya juta saja. 20 ekor unta. Orang KPK cepat ngitungnya, ini berapa kira-kira? Hah? 400 juta. Pertanyaannya, kalau ada anak muda nikah maharnya 400 juta, kaya atau miskin? Kaya. Saya sebetulnya menyampaikan ini di depan adik-adik khawatir apa yang saya khawatirkan setelah pulang dari KPK ini harga mahar naik. Jangan sampai besok unjuk rasa di depan — ini kan depan kantor KPK paling sering unjuk rasa. Unjuk rasa mereka bukan mengunjuk rasa KPK. Jangan lagi undang Ustaz Somad, dia merusak harga mahar. Saya menjelaskan ini mau nunjukkan bahwa Nabi Muhammad kaya. Dia bukan miskin. Yang miskin itu umat Nabi Muhammad. Maharnya apa? Seperangkat alam salat dan kitab suci. Aku nikahkan engkau dengan anakku dengan mahar sebentuk cincin emas 1 gram. Satu gram itu kelihatan pakai mikroskop. Jadi jangan katakan Nabi miskin. Yang miskin itu umat Nabi yang tidak mengikuti sunah. Kita doakan semua kawan-kawan, sahabat-sahabat kita kaya raya dari rezeki yang halal. Insyaallah. Amin. Nabi berkurban: beliau menyembelih banyak hewan sendiri; ini menunjukkan kedermawanan beliau. Kalau ada orang yang kurban 2 miliar, miskin apa kaya? Kaya. Yang miskin itu umat Nabi kurbannya satu ekor sapi; tujuh orang satu sapi yang kurus. Kita doakan makin banyak orang Indonesia yang kaya dari rezeki yang halal berkurbannya banyak. Insyaallah. Amin ya rabbal ‘alamin. Tapi dari rezeki yang halal. Kalau tidak halal awas KPK sudah siap. Saudara-saudara yang dimuliakan Allah Subhanahu wa ta’ala, integritas berawal dari kata integrasi — paparan yang menyatu. Papua berintegrasi ke Indonesia artinya menyatu. Lalu apa makna integritas? Punya kepribadian yang menyatu antara ucapan dan perbuatan. Jangan sampai lain di bibir lain di hati; itu namanya munafik. Doakan agar ustaz yang ceramah ini juga berintegritas. Insyaallah. Amin. Ustaz Somad itu orangnya berintegritas. Kenapa? Karena nggak ada kesempatan. Seandainya saya disuruh jadi orang KPK, terus terang nggak sanggup saya. Kenapa? Karena godaannya luar biasa. Saudara-saudara, jangankan yang ngurus korupsi, jangankan yang ngurus duit, sedangkan ustaz yang cuman ngurus jadwal pengajian saja, godaannya luar biasa. Kita saling mendoakan. Tadi Bapak Ketua KPK minta mohon doa; saya pun mohon doa. Kita saling mendoakan akhirnya kita semakin sama-sama kuat, insyaallah. Amin. Datang Bapak-bapak ngasih saya satu amplop; saya nggak buka. Kenapa nggak buka? Takut iman saya hilang. Ditulis di situ “zakat.” Saya tanya teman di Majelis Ulama Indonesia, “Asalamualaikum Ustaz, ini saya dapat amplop tertulis zakat, saya boleh nggak ambil ini?” Jawabnya: kamu nggak boleh ambil itu, Abdul Somad. Kenapa? Karena kamu PNS, kamu dapat gaji, kamu dosen, kamu ngajar, kamu nggak berhak dapat zakat. Waktu itu saya masih PNS; 2019 saya keluar PNS. Karena kamu PNS, kamu nggak berhak menerima zakat, maka uang itu saya serahkan ke fakir miskin. Tapi tidak saya upload. Di KPK saya buka bahwa godaan ada saja. Assalamualaikum Ustaz Somad. Waalaikumsalam. Bisa datang ke tempat kami? Oke, I'm coming. Saya pun datang, minta KTP-nya, Pak Ustaz saya kasih KTP difoto, selesai difoto. Dua hari setelah itu datang WhatsApp: alhamdulillah mobil untuk ustaz sekarang sudah nyeberang dari Merak menuju Sumatera. Untuk saya? Iya. Saya nggak berhak nerima ini atas jasa apa? Atas dasar apa? Ini nggak benar. Kalau Bapak kasih ke saya, nanti saya akan serahkan ke panti asuhan. Fajar di belakang Koki Sunda, Jalan Sudirman Riau, boleh ya? Enggak lama setelah itu dapat balasan, “Ustaz, mobilnya sudah balik ke Jakarta lagi.” Jadi memang berat. Apalagi yang lebih berat daripada uang dan mobil? Cobalah lihat di komen-komen Instagram saya yang followernya 9 juta itu. Ustaz Somad nih ngomongnya sombong. Maksud saya yang belum follow tolong follow. Tolong follow cari nanti. Tolong follow. Ini adik-adik sudah follow. Alhamdulillah kelihatannya ada lima orang yang baru. Godaan yang paling berat apa? Uang. Godaan yang lebih berat apa? Mobil. Ada lagi yang lebih berat? Lihatlah di komen-komen di YouTube, Instagram, TikTok Ustaz Abdul Somad: “Ustaz, jadikan aku yang kedua.” Paling berat. “Ustaz, kenapa nggak pernah balas DM saya? Kenapa nggak pernah balas message saya?” Saya nggak tahu password-nya. Kenapa nggak tahu password-nya? Karena saya takut tergoda, maka saya serahkan password-nya ke admin. Jadi tolong kalau ada yang merayu terus balas itu yang balas admin. Mudah-mudahan Allah menjaga hati kita, insyaallah. Amin. Saya yang kurus, yang hitam, yang pesek, yang gundul ini masih banyak yang mau. Apalagi pegawai-pegawai KPK yang muda-muda, yang ganteng-ganteng ini — masyaallah. Mudah-mudahan Allah menguatkan kalian semua sahabat-sahabat. Amin. Sedikit yang mengaminkan. Mungkin bagi mereka, “Godalah aku, sayang.” Saudaraku yang dimuliakan Allah Subhanahu wa ta’ala, Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam punya sahabat bernama Abu Dzar. Abu Dzar meminta diangkat jadi petugas pengutip zakat karena ingin mendapatkan jatah 1/8. Nabi menolak karena Abu Dzar orang jujur namun lemah; orang lemah tidak bisa diberi jabatan karena nanti tergoda. Kita belajar dari Nabi: integritas itu bukan sekadar jujur tapi juga kemampuan menahan diri saat diberi amanah. Ketika saya mendengar ada pejabat yang menikahkan anak lalu datang KPK membuka surat kertas, ternyata di dalamnya adalah surat tanah segala macam — memeriksa ini menyelamatkan orang dari makan haram. Mudah-mudahan Allah menguatkan saudara-saudara kita di KPK ini. Insyaallah. Amin. Dari Sabang sampai Papua, ratusan juta orang Indonesia menggantungkan harapan untuk mengentaskan korupsi di Indonesia melalui satu lembaga besar bernama KPK. Maka kelihatannya 1.900 sampai 2.000 orang ini tidak banyak jika dibandingkan penduduk Indonesia, tapi saya yakin kiai-kiai di pondok pesantren, para penghafal Qur’an termasuk kita nanti di akhir majelis mendoakan semoga Bapak-bapak, Ibu-ibu, kakak-kakak, adik-adik semuanya sehat walafiat. Mengapa kita tidak boleh makan duit haram ini? Sepiring nasi yang haram dimakan, dikunyah, ditelan menjadi setetes darah. Setetes darah masuk ke jantung; dari jantung naik ke otak — darah yang haram naik ke otak, otak menjadi jahat. Adik-adik, Bapak, Ibu, kakak semua hafal ayatnya. Nasi yang haram merusak hati dan pikiran; hati yang rusak memengaruhi mata, telinga, tangan, kaki, dan bahkan kemaluan. Dosa datang dari hati; otak dapat ide dari mana? Darah dari jantung. Darah dari jantung dapatnya dari mana? Dari sepiring nasi — bukan nasi saja, bisa lontong sayur. Ini menjadi haram. Makanya kalau ada pegawai, pengusaha, pejabat mengatakan, “Saya nggak pernah ngasih anak istri saya uang haram, Pak Ustaz; yang saya bawa ke rumah semua uang halal. Yang haram-haram saya serahkan ke selingkuhan,” nauzubillah. Nauzubillah. Nauzubillah. Mudah-mudahan Allah menjaga kita semua. Ini dunia, ini akhir zaman, Dajjal sudah mau keluar; isinya orang jahat semua. Enggak semuanya begitu. Lama hidup banyak dirasa, jauh berjalan banyak dilihat. Lama jadi ustaz banyak yang curhat. Saya habis ceramah di masjid raya — kita boleh ke rumah sakit? Boleh. Kami pergi ke rumah sakit di depan Masjid Raya, Rumah Sakit Umum Arifin Ahmad. Sampai di rumah sakit saya diberi jubah; biasanya jubah saya kancingnya di depan, ini di belakang pakai jubah. Masyaallah. Naik ke lantai atas masuk ke ruangan kaca, saya dipersilakan. Saya masuk lewat pintu luar; bapak nggak masuk. Begitulah mereka memuliakan saya. Rupanya di ruangan itu penyakit menular semua. Nama ruangannya tertulis “I C U” — I see you, you don't see me — mata terpejam, sepi sunyi, yang ada cuma suara. Saya khawatir kalau tiba-tiba serentak tit... Lalu kami mendoakannya, zikir, selawat selesai, habis itu sarapan. Lalu datang seorang yang cerita: “Itu yang ustaz jenguk itu orangnya dulu waktu masih ASN PNS orang baik, Pak Ustaz.” Bapak tahu baik dari mana? “Kami pernah bawa uang satu koper ke kantor dia waktu kami minta proyek, Pak Ustaz.” Loh, kenapa ustaz ceritakan di sini? Enggak apa-apa karena nggak sebut nama, menjaga kode etik jurnalistik. Kita bawa uang ke hakim, apa kata hakimnya? “Saya nggak mau ngasih uang haram ke istri dan anak saya.” Masih ada orang baik, insyaallah berkumpulnya di KPK ini. Dari bunyi aminnya seperti kurang yakin — orang KPK memang nggak boleh banyak bersuara, mereka action saja; maka aminnya pun cuma dalam hati. Saudaraku yang dimuliakan Allah Subhanahu wa ta’ala, ada seorang jemaah anaknya tertangkap narkoba. Bapaknya berusaha nyogok hakim, bawa uang. Yang cerita ini siapa? Yang bawa uang cerita ke saya. Loh, kenapa saya cerita di sini? Enggak apa-apa karena tak sebut nama. Menjaga kode etik jurnalistik. Kita bawa uang ke hakim; apa kata hakim? “Saya nggak mau terima uang haram untuk istri dan anak saya.” Masih ada orang jujur. Integritas Nabi itu contoh — orang jujur ada, imam ada, ini orang masih ada hidup di zaman ini. Orang-orang berintegritas ini hampir punah; makhluk yang perlu dibudidayakan. Nasib mereka sudah seperti dinosaurus. Makanya saya diminta menyampaikan integritas. Kira-kira padanan kata yang dekat dengan integritas itu apa? Kejujuran. Kejujuran kita didik dari kapan? Dari sejak kecil. Siapa yang menanamkan kejujuran? Apakah ustaz dapat kejujuran itu? Waktu di ijazah kami Rektor Universitas Al-Azhar, al-Ustaz Adok Ahmad Omar Hasyim biasanya disingkat alif-dal — alifnya ustaz, dalnya doktor. Ustaz itu artinya profesor. Dulu di Indonesia hebat yang profesor di Mesir sampai ke Indonesia jadi guru ngaji semua. Kenapa saya sekarang pakai titel panjang-panjang? Dulu cukup Ustaz Abdul Somad. Sekarang ada banyak ustaz-ustaz yang jual minyak lintah di halaman terakhir koran; saya khawatir orang tidak bisa membedakan mana ustaz ngaji, mana ustaz lintah. Makanya dibuat panjang. Ini perlu saya jelaskan di hadapan sahabat-sahabat KPK supaya jangan ada fitnah di antara kita. Jadi Professor, Dr. Abdul Somad, LC, D, PhD ... almarhum. Semua dunia akan mati; menghadap Allah, nggak ada malaikat nanya S1, S2, S3. Yang ditanya adalah marabbuka — siapa Tuhanmu? Maka jawablah “Rabbi Allah, Tuhan saya Allah.” Karena pengawasan itulah yang menjaga kita. Kalau diawasi oleh ketua KPK, ketua KPK akan tidur, akan keluar kota. Tapi kalau kita diawasi oleh Dia yang tidak tidur — “La takhdhuhu sinatun wala nawm” — Dialah yang tidak tidur. Bahasa Jawa: Gusti Allah mboten sare. Tuhan tidak tidur. Dia melihat segala perbuatan kita. Kita sembunyikan di lubuk hati kita yang paling dalam, di dalam pikiran — semua Allah akan ungkapkan nanti. Mulut terkunci; tangan akan bicara; kaki akan bersaksi atas semua yang mereka lakukan. Mulut yang paling pandai bersilat lidah mencari alasan, mulut terkunci, tangan akan bicara. Dan ketika itu tidak ada yang bisa membela. Hari ini bisa dibela dengan bayar pengacara; saat itu pengacara pun tidak bisa membela dirinya sendiri. Kita hanya akan dibela oleh amal saleh kita. Kalau saya ceramah tablig akbar di Stadion Tanah Lapang, itu masyarakat biasa yang mungkin hanya bermanfaat untuk dirinya saja. Tapi kalau saya ceramah di KPK, saya berceramah di depan orang-orang yang punya kebijakan — orang yang tanda tangannya, keputusannya, tatapan matanya. Hadiahkan amal untuk almarhum ibu, almarhum ayah — kita dapat pahala, orang tua pun dapat. Saudaraku, jangan makan duit haram. Sepiring nasi haram masuk ke mulut, dikunyah, ditelan menjadi darah. Darah haram naik ke otak dan merusak hati. Hati yang rusak membuat mata, telinga, tangan, kaki, dan seluruh tindakan menjadi rusak. Maka kita mesti pandai menjaga hati supaya tidak sakit. Bawa mobil, gasnya di tangan, kopling di kaki; hati-hati tertulis di pinggir jalan. Jaga hati. Sebenarnya hati atau jantung? Kalau hati di sini disebut liver, kalau di sini jantung. Tapi daripada kalian kelahi, kita satukan saja: jantung hati. Seorang suami mengatakan kepada istri, “Kau adalah jantung hatiku.” Karena detak jantung berdetak. Begitulah kasih sayang. Bagaimana menenangkan kami nih, Pak Ustaz? Istri alhamdulillah sudah baik. Godaan di kantor juga enggak ada. Ancaman teror komentar, semua manusia di dunia ingin menyantet, membuli, menganiaya, mengusirmu — mereka tidak akan bisa memudaratkan kecuali Allah mengizinkan. Saya optimis KPK tetap dijaga Allah Subhanahu wa ta’ala. Kenapa optimis? Karena tadi salat berjamaahnya ramai. Hatinya sehat, pengajiannya padat, badannya juga sehat. Rahasianya adalah salat berjamaah, pengajian rutin spiritual — rohnya full charge penuh. Mereka juga membaca Maulid Simtunnabi; maulid itu bagus sekali. Kata Al-Imam Al-Hafiz Jalaluddin Al-Suyuti, kalau baca maulid tiga balasannya: diturunkan malaikat, diturunkan rahmat, diturunkan rida Allah. Mudah-mudahan yang tiga ini terus diamalkan. Zikir jangan ditinggalkan. Lailahaillallah — kalau sedang kosong nggak ada kerjaan, cukup bilailahaillallah. Saya zikirnya nggak kuat-kuat, ya sudah nggak usah pakai suara. Di mobil, tasbihnya panjang, digantung di kaca spion mobil — sudah 5 tahun mobil itu berzikir. Tolong pulang dari sini nanti ngomong sama mobilnya, “Kau sudah cukup syarat masuk surga mobil sekarang nih; tolong pulang jangan sampai mobil masuk surga dan pemiliknya masuk neraka.” Subhanallah, walhamdulillah, wala ilaha illallah, wallahu akbar, wala haula wala quwwata illa billahil ‘aliyyil ‘adhim. Hubungan dengan Allah bagus, hubungan dengan kawan sekantor bagus, hubungan dengan istri, anak, keluarga bagus — salatnya tidak putus, selawat jalan, pengajian jalan. Kekuatan mental itulah yang membangun sikap integritas. Sekarang sudah hampir jam; saya mesti on time karena KPK ini jangan macam-macam, silap-silap nanti nggak pulang — kena tangkap. Di akhir majelis mari kita berdoa bersama agar Allah menguatkan hati kita menjadi orang-orang yang takwa, berintegritas; semoga istri dan suami di rumah, suami adalah imam di rumah; berikan dia kekuasaan dan kehormatan. Jangan ketika banyak duit langsung manggil suami “hai fakir miskin, aku mau keluarkan zakat ini untuk kamu” — ini membuat hilang harga diri. Jadi jagalah kehormatan keluarga. Saudaraku yang dimuliakan Allah Subhanahu wa ta’ala, saya mewakili komunitas laki-laki yang teraniaya karena selama ini yang dibela hanya perempuan. Perempuan dan laki-laki mukmin saling tolong-menolong. Kalau pergi ke Padang, jangan lupa beli rendang. Ini tausiah singkat karena nasi kotak sudah tersedia. Saya terus terang sudah makan tadi bersama Bapak Jenderal. Tapi yang namanya makan sama Intel dia nggak bisa kenyang. Sekarang sedikit pesan praktis: setelah pulang ke rumah, matikan handphone; buatkan teh manis; duduk bersama suami. Suamiku walaupun enggak kaya, aku pegawai KPK, tapi di rumah ini kau adalah imamku dunia akhirat. Berikan dia kekuasaan, berikan dia posisi; jangan memporak-porandakan harga dirinya ketika diberi rezeki. Jagalah akhlak keluarga. Saudaraku, banyak hal lucu ketika orang teraniaya di kantor dan di rumah. Jangan sampai yang baik di kantor berubah buruk di rumah. Kita semua manusia biasa; jagalah iman masing-masing. Saling mendoakan agar menjadi orang jujur, amanah, dan kuat menghadapi godaan. Jangan menyerah kepada godaan dunia. Beberapa pegawai dan pejabat menceritakan ingin resign karena godaan di kantor terlalu besar. Saya nggak nyuruh dan nggak melarang yang ingin resign. Tapi saya tanya: kalau kau keluar dari kantormu, malaikat atau setan yang menggantikanmu? Ya lebih setan dia sih. Kenapa kau keluar? Banyak yang nggak kuat menghadapi godaan. Kalau kau nggak kuat melawan atasan, takut, dan khawatir, takutlah kepada Allah yang paling kau takutkan. Jangan makan yang haram. Serahkan ke pondok pesantren, serahkan kepada kepentingan umum — kalau kau serahkan untuk kebaikan, anakmu yang saleh akan hafal Qur’an. Istrimu yang salihah malam-malam tahajud berdoa, “Jagalah suamiku ya Allah.” Doa mereka tertolak kalau penghasilan haram. Jadi jangan sekali-kali. Saya dulu sering diundang bank konvensional. Sekarang nggak pernah lagi karena saya bilang riba haram. Karena itu saya nggak pernah diundang lagi. Tapi daripada di akhirat dituntut Allah, mending saya speak up. Dulu waktu ustaz diundang, diberikan air minum — saya nggak minum; dikasih kue kotak saya juga nggak makan; dikasih nasi saya nggak makan; dikasih duit saya serahkan ke anak yatim, fakir miskin. Karena kalau itu dimakan menjadi darah daging, masuk ke otak, merusak hati dan pikiran. Bawa mobil, berkendara hati-hati. Jaga hati. Beberapa contoh lain: ada pejabat yang menikahkan anak lalu KPK buka amplop — di dalamnya surat-surat tanah, itu harus diperiksa. Menyelamatkan orang dari makan haram adalah tugas mulia. Semoga Allah menguatkan saudara-saudara kita di KPK. Amin. Di akhir majelis ini, mari sama-sama kita berdoa kepada Allah Subhanahu wa ta’ala. Mohon agar dijadikan orang-orang yang jujur, berintegritas; selamatkan kami dari riba, narkoba, zina, perbuatan keji dan mungkar. Ya Allah, jadikanlah negeri ini negeri yang baik dan ampunilah dosa-dosa kami. Selamatkan kami dan selamatkan saudara-saudara kami. Ya Allah, tolonglah saudara-saudara kami yang berjuang di Palestina. Kami yang membantu menegakkan kebenaran dan memerangi korupsi — jadikan kami sahabat karena Engkau, ya Allah. Kumpulkan kami di hari mulia nanti bersama Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Taqabbalallahu minna wa minkum. Saya mohon maaf jika kata-kata saya pedas, kurang sopan, kurang santun, kurang etika, atau kurang akhlak. Mahasuci Allah, saya mohon maaf atas segala kekurangan dan kesalahan. Semoga Allah menerima amal kita. Saya tutup majelis ini dengan pantun penutup. Terima kasih. Astagfirullahal ‘adzim. Subhanakallahumma wa bihamdika ashhadu alla ilaha illa anta astaghfiruka wa atubu ilaik. Wasallallahu ‘ala sayyidina Muhammad wa ‘ala alihi wa sahbihi wa sallam. Walhamdulillahi rabbil ‘alamin. Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Link yang kita buat

Teorema phytagoras  Game tembak Catur catur bot