Transformasi Geometri
Materi yang kembali ditambahkan pada matematika SMP setelah sebelumnya menghilang.
Menghafal Perkalian 1-10
Banyak siswa belum menguasai perkalian 1-10.
Bangun Ruang
Materi yang selalu ada sejak SD sampai dengan Perguruan Tinggi.
Bimbel Pak Mahadi
Ayo Gabung Bersama Bimbel Pak Mahadi.
Friday, June 12, 2026
Wednesday, June 10, 2026
Perkalian susun ke bawah
Perkalian Dua Digit × Satu Digit
Karya HTML
- Perkalian 2 digit dikali 1 digit
- Perkalian 2 digit dikali 2 digit
- Perkalian 2 digit dikali 1 digit (dengan tombol dan skor)
- Perkalian 2 digit dikali dua digit
- Perkalian 2 digit dikali dua digit
- Perkalian 2 digit dikali dua digit
- Perkalian 2 digit dikali dua digit
- Perkalian 2 digit dikali dua digit
- Perkalian 2 digit dikali dua digit
- Perkalian 2 digit dikali dua digit
- Perkalian 2 digit dikali dua digit
- Perkalian 2 digit dikali dua digit
- Perkalian 2 digit dikali dua digit
- Perkalian 2 digit dikali dua digit
Tuesday, May 19, 2026
Jawaban dr. Aisah Dahlan mengenai pola asuh, pembentukan karakter remaja, serta pelurusan konsep "orang tua sebagai sahabat":
1. Menghadapi Sifat Anak yang Berubah-ubah
- Pahami Faktor Usia dan Biologis: Sifat anak yang fluktuatif adalah hal normal. Hal ini dipengaruhi oleh tahapan umur, perbedaan otak laki-laki dan perempuan, watak dasar, serta bakat anak.
- Pengaruh Hormon Remaja: Saat memasuki usia remaja, terjadi lonjakan hormon yang drastis (banjir hormon). Hormon testosteron pada anak laki-laki dan estrogen pada anak perempuan yang awalnya hanya keluar seukuran "satu cangkir" melonjak drastis menjadi "satu galon". Orang tua harus memahami perubahan fisik dan emosional ini.
- Metode Keteladanan (Contoh Nyata): Cara terbaik mengajari kemandirian bukan dengan mendikte, melainkan lewat contoh harian di rumah. Misalnya, anak melihat orang tuanya merapikan tempat tidur sendiri atau langsung membawa piring kotor ke dapur setelah selesai makan.
- Tidak Ada Kata Terlambat: Pembentukan memori dan karakter idealnya dimulai sejak balita dan SD lewat keteladanan orang tua. Namun, jika anak sudah terlanjur remaja, orang tua harus tetap memulainya sekarang karena memori manusia akan terus berjalan dan merekam perilaku orang tuanya hingga tua.
- Sahabat adalah Peran Teman Sebaya: Dr. Aisah Dahlan kurang sependapat dengan istilah "orang tua harus menjadi sahabat anak". Konotasi sahabat atau teman sebaya sering kali membuat batasan komunikasi menjadi hilang, seperti anak berbicara dengan gaya bahasa gaul tanpa penyaring, atau memanggil orang tua tanpa sebutan hormat (misalnya memanggil hanya dengan kata "dia" atau langsung namanya).
- Menjadi Orang Tua yang Lembut, Bukan Sahabat: Sesuai dengan Al-Qur'an Surat Ali Imran ayat 159, posisi yang tepat menurut syariat Islam adalah menjadi Ayah dan Ibu yang lembut.
- Menjaga Rasa Hormat: Anak harus tetap paham batasan bahwa ibu adalah ibu dan ayah adalah ayah. Orang tua tetap mengedepankan komunikasi yang terbuka, lembut, dan suka bertanya/berdiskusi (meniru cara Nabi Ibrahim berdialog dengan Nabi Ismail), namun wibawa dan rasa hormat anak kepada orang tua tidak boleh turun.
- Pelajari Kisah Secara Berulang: Untuk mendidik anak sesaleh Nabi Ismail, orang tua disarankan membaca, merenungkan, dan mengulang-ulang kisah Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail.
- Berdoa Meminta Hikmah: Mintalah petunjuk dan hikmah secara langsung kepada Allah agar diberikan kemampuan dalam menerapkan pola asuh berbasis keteladanan nabi tersebut di dalam rumah tangga.
Bukan Dimata-matai! Begini Cara Cerdas Pantau Screen-Time Anak Menurut dr. Aisah Dahlan
Menjadi orang tua di era digital memang punya tantangan luar biasa ya, Bun. Salah satu drama harian yang paling sering bikin pusing adalah urusan gadget dan screen-time anak.
- Kendali 100% di Tangan Orang Tua: Di usia ini, Bunda dan Ayah masih punya kuasa penuh.
- Bebas Mengatur Konten: Kita berhak menentukan aplikasi apa saja yang boleh dibuka.
- Batasi Durasi: Buat jadwal tegas kapan anak boleh menyentuh layar gawai.
- Hargai Privasi Mereka: Anak remaja mulai butuh ruang pribadi.
- Kurangi Kontrol Ketat: Terlalu mengecek HP anak secara diam-diam justru bisa merusak kepercayaan mereka kepada kita.
- Fokus pada Pendekatan Emosional: Geser strategi dari "mengawasi" menjadi "menemani".
- Jadilah Pendengar yang Aman: Buat suasana rumah nyaman agar anak tidak takut bercerita. Tujuannya adalah agar anak sendiri yang sukarela melapor tentang apa yang mereka tonton atau mainkan.
- Masuk ke Dunia Anak: Cobalah untuk sedikit belajar tentang tren dunia mereka saat ini.
- Anak Laki-laki senang game online (seperti Dota)? Cari tahu dasar permainannya agar bisa jadi bahan obrolan seru saat makan bersama.
- Anak Perempuan suka musik K-Pop (seperti BTS)? Cari tahu siapa idola mereka. Ketika kita mengerti dunia mereka, anak akan dengan senang hati membuka diri tanpa merasa diinterogasi.
- Sediakan Alternatif Non-Gadget: Jangan biarkan rumah sepi dari aktivitas fisik. Tarik perhatian mereka keluar dari layar kaca.
- Perbanyak Fasilitas Mainan Fisik: Bunda bisa menyediakan permainan tradisional atau olahraga kecil di dalam rumah seperti:
- Congklak atau karambol di ruang tengah.
- Papan catur untuk melatih fokus.
- Ring basket mini atau gawang bola kecil di ruang tamu untuk menyalurkan energi mereka.
- Konsisten dan Pantang Menyerah: Mengalihkan perhatian anak yang sudah terbiasa dengan gadget memang butuh waktu. Kuncinya adalah tidak patah arang dan terus kreatif mencoba hal-hal baru.
Bagaimana dengan kondisi di rumah Bunda saat ini? Apa saja tantangan terbesar Bunda dalam membatasi screen-time si kecil? Atau punya ide mainan fisik seru lainnya yang berhasil mengalihkan anak dari HP?
Mengenang 4 Maret 1924: Detik-Detik Runtuhnya Turki Utsmani dan Cahaya Islam yang Menolak Padam
Pernahkah Anda membayangkan bagaimana rasanya ketika sebuah peradaban besar yang telah bertahan selama ratusan tahun mendadak runtuh dalam semalam? Bagi umat Muslim di seluruh dunia, momen itu terjadi puluhan tahun yang lalu, meninggalkan luka sejarah yang mendalam sekaligus sebuah pelajaran berharga tentang perjuangan.
Hari Ketika Umat Kehilangan Induknya
- Hagia Sophia Menjadi Museum: Masjid agung ikonik di Istanbul, yang dulu dibebaskan dengan tetesan darah, diubah paksa menjadi museum [1].
- Larangan Bahasa Arab & Azan: Segala hal berbau Arab dilarang, termasuk penggunaan bahasa Arab dalam ibadah dan azan.
- Penghapusan Identitas Muslim: Tempat-tempat zikir (tarekat) dihancurkan, penggunaan jilbab dilarang, dan masyarakat digiring untuk berkiblat pada gaya hidup Eropa, termasuk legalisasi perjudian dan prostitusi.
Ikatan Batin Turki Utsmani dan Nusantara
- Prasasti Keraton Yogyakarta: Sultan Hamengkubuwono memiliki prasasti sejarah yang membuktikan bahwa Turki Utsmani pernah menitipkan legitimasi kekuasaan Islam di tanah Jawa.
- Misi Dakwah Wali Songo: Meski Kesultanan Turki menganut Mazhab Hanafi, sang Sultan saat itu sangat memahami kondisi Nusantara. Demi keutuhan dakwah, mereka justru mengirimkan ulama-ulama hebat bermazhab Syafi'i—yang kita kenal sebagai Wali Songo—untuk menuntun nenek moyang kita memeluk Islam.
Madrasah Imam wa Khatib: Cahaya Senyap di Tengah Kegelapan
Warning untuk Hari Ini: Bahaya Penyakit Wahan
- Hubbuddunya: Terlalu cinta kepada dunia.
- Karahiyatul Maut: Takut mati.
Kesimpulan: Politik Boleh Kalah, Pendidikan Jangan Pernah Mati
Mengurai Kusutnya Hati: Rahasia Sukses dan Plong Jalani Hidup ala UAS
Pernahkah Anda merasa sangat disakiti oleh orang lain, dikhianati teman dekat, atau bahkan dipersulit saat ingin melakukan kebaikan? Di momen-momen seperti itu, rasanya dada sesak dan dunia terasa tidak adil.
1. Filosofi Pohon Gaharu: Semakin Disakiti, Semakin Harum
- Jangan bergantung pada teman, karena teman bisa berubah menjadi lawan.
- Jangan bersandar pada pohon, karena pohon bisa tumbang.
- Jangan bersandar pada harta, karena harta bisa binasa.
- Jangan bersandar pada kekuasaan, karena ada KPK yang bisa datang kapan saja.
2. Bahaya Medis Menyimpan Dendam (Ibarat Memori HP Penuh)
3. Meluruskan Salah Paham Soal Halal Bihalal dan Bid’ah
- Mengurai yang kusut (menyelesaikan salah paham).
- Mencairkan yang beku (memperbaiki suasana kaku).
- Menyambung yang retak (silaturahmi).
4. True Story: Balasan Instan dari Allah Tanpa Kotori Tangan
- Kisah Pejabat yang Sombong: UAS pernah diabaikan (tidak disalami) oleh seorang pejabat di sebuah acara. Di hari lain, pengawal pejabat tersebut mengusir UAS saat sedang makan di warung ikan bakar. Apa yang terjadi kemudian? Pejabat tersebut akhirnya tertangkap korupsi Rp42 Miliar. Saat UAS diundang ceramah di Lapas Sialang Bungku, pejabat yang dulunya petentang-petenteng itu duduk tertunduk di lantai mendengarkan khotbah UAS.
- Kisah Ditipu Yayasan YouTube: Akun YouTube lama UAS yang memiliki 2 juta subscribers menghasilkan Rp2,5 Miliar dari iklan. Namun, pihak yayasan yang mengelolanya hanya memberikan UAS 5% tanpa musyawarah. Kecewa karena sifatnya yang "tidak enakan", UAS memilih ikhlas dan merelakan akun tersebut. Allah langsung ganti! UAS membuat akun baru yang kini tembus jutaan subscribers dan menghasilkan puluhan juta per bulan—yang mana 100% uangnya diwakafkan untuk pesantren anak yatim.
- Kisah Ditolak Kampus UIR: Saat baru pulang dari Timur Tengah, UAS sempat diremehkan dan ditolak mengajar di Universitas Islam Riau (UIR). Bertahun-tahun kemudian, jajaran Rektorat UIR justru datang sendiri ke rumah UAS untuk memohon agar beliau sudi menjadi dosen pascasarjana.
5. Hati yang Bersih Lahirkan Integritas Kerja
6. Tanya Jawab Kilat: Soal Zakat Sawit dan Bank Konvensional
- Zakat Perkebunan Sawit: Walaupun sawit tidak bisa dikunyah langsung seperti kurma, sawit tetap wajib zakat. Mayoritas lembaga seperti Baznas menetapkan tarif 2,5% (mengikuti zakat harta) atau 5% (mengikuti zakat pertanian karena ada biaya pupuk dan operasional). Hebatnya, menurut fatwa modern (seperti Syekh Yusuf Al-Qardawi), zakat sawit boleh dipotong langsung setiap kali panen tanpa perlu menunggu tabungan mengendap setahun (haul).
- Bekerja dan Meminjam di Bank Konvensional: Berdasarkan hadis, seluruh lingkaran yang mencatat, menyaksikan, dan menyepakati transaksi riba ikut terkena dosa. Solusinya, bagi yang bekerja di bank konvensional, UAS menyarankan untuk segera berhijrah ke divisi/bank syariah yang kini pertumbuhannya semakin baik di Indonesia. Sedangkan bagi nasabah, prinsipnya adalah berusaha sekuat tenaga untuk keluar dari jerat utang riba, bukan malah sibuk mencari dalil atau ustaz yang bisa menghalalkannya.
Kesimpulan: Open House Sekaligus Open Heart
Link yang kita buat
Teorema phytagoras Game tembak Catur catur bot









